Ekonom Usul Ini Agar Rupiah Perkasa Hadapi Sentimen Eksternal

Ekonom dari Bank Commonplace Chartered, Fauzi Ichsan menilai pelemahan nilai tukar mata uang rupiah yang terjadi belakangan ini sudah perlu ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah dan Financial institution Indonesia. Sedangkan pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Greenback Charge (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan. Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Price (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.755 per USD atau menguat dari kemarin sore di Rp14.895 per USD.
Melihat information Bloomberg, Rupiah memimpin penguatan terhadap dolar AS di Asia. Pergerakan rupiah juga terimbas pelemahan Poundsterling dan Euro karena penguatan Yen. Derasnya dana asing yang masuk dan memperkuat rupiah sangat erat kaitannya dengan ekspektasi investor yang melihat Indonesia sebagai negara tujuan investasi yang menjanjikan. Jika saat krisis moneter, 1 dollar bisa mencapai 20 ribu rupiah maka kali ini nilai tukarnya juga ambruk luar biasa.
Pemerintah sudah menjamin depresiasi rupiah ini tidak akan berujung pada krisis ekonomi seperti yang terjadi tahun 1997 karena inflasi kini berada di angka three,2%, sementara tahun 1997 inflasi mencapai seventy eight,2%. Hal ini membuat rupiah sedikit banyak bergantung pada kepercayaan investor asing terhadap prospek bisnis di Indonesia. Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo mengatakan lemahnya nilai rupiah dikarenakan tekanan international masih kuat, serta knowledge perekonomian AS pun mengalami perbaikan yang cukup signifikan.
Pada pukul 08:06 WIB, US$ 1 ditekan ke Rp 14.730 di mana rupiah menguat 0,37%. Darmin menjelaskan, pelemahan rupiah saat ini dibebani oleh dua kondisi world. Sementara itu, Rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Pada penutupan Jumat lalu rupiah kembali melemah sebesar 0,23% menjadi Rp12.177 per dolar AS. Seiring perjalanan pasar, penguatan rupiah semakin meyakinkan.
Setelah bertahan di atas level14.000 selama hampir satu setengah bulan terakhir, rupiah berada di posisi thirteen.727 per dolar AS kemarin. Tak hanya rupiah, kata dia, nilai tukar mata uang negara lain seperi Jepang, Malaysia dan India mengalami depresiasi cukup parah akibat pengumuman tapering off. Rupiah sehari sebelumnya berada di degree 11.313 per dolar AS.
Selain itu, pelemahan rupiah juga disebabkan belum adanya kepastian siapa yang akan mendampingi Joko Widodo, Calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Atau, jika keadaan makin memburuk, memaksa BI melakukan intervensi masif agar pelemahan rupiah tidak terus berlanjut menjadi krisis ekonomi (siklus 10 tahunan). Namun begitu, Dennies juga memperingatkan pasar untuk mengantisipasi pergerakan IHSG usai menguat signifikan kemarin.
Di sisi lain, penguatan rupiah juga bisa berubah drastis jika sewaktu-waktu Financial institution Sentral AS atau The Fed memutuskan menaikkan tingkat suku bunganya dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) mendatang. Reza mengatakan dengan pergerakan rupiah yang kembali melemah, akan memunculkan spekulasi akan berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah.
Reza Priyambada, Analis Senior CSA Analysis menilai rupiah akan kembali tertahan di zona merah karena dolar AS akan menikmati penguatan dari beberapa mata uang, khususnya poundsterling Inggris. Hal ini karena, perdagangan antara negara berkembang menggunakan dolar AS. Sehingga, jika impor negara berkembang tersebut banyak dan neraca perdagangannya defisit, maka permintaan dolar AS naik, dan ini yang akan membuat ‎dolar semakin perkasa.
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA TERBARU
Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia mengungkapkan, kurs rupiah non delivered forward satu bulan tercatat sudah kembali ke atas 12 ribu. Namun rupiah kembali tertekan meski Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan Indonesia yang surplus. Bertambahnya cadangan devisa Indonesia menjadi katalis positif bagi nilai tukar rupiah. Artinya, rupiah terdepresiasi terhadap dolar AS lebih dari Rp1.000 selama 7 bulan terakhir.
Namun, secara 12 months-to-date (ytd) atau dari awal tahun hingga hari ini, dolar AS masih menguat terhadap rupiah sebesar 5,50 persen. Apabila rupiah menguat, maka harga yang harus dibayar oleh emiten farmasi untuk mendapatkan bahan baku akan semakin murah. Seperti kemarin, rupiah masih memimpin penguatan mata uang di kawasan Asia. Bersama rupiah, peso Filipina turut menguat 0,18 persen, won Korea Selatan 0,13 persen, ringgit Malaysia 0,09 persen, yen Jepang 0,07 persen, dan baht Thailand zero,05 persen.