Ihsg Aceh Bisnis

JAKARTA-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini berpotensi menguat tipis seiring dirilisnya data perekonomian inflasi dan cadangan devisa periode Mei 2018. 90 saham menguat dan ninety nine saham diam di Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.847,59 dan terendah 5.742,30. IHSG BEI ditutup menguat sixty seven,36 poin atau 1,04 % menjadi 6.500,sixty eight, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 10,fifty three poin (zero,99 %) menjadi 1.075,37. Meski, faktor ketidakpastian dari perang dagang membayangi pergerakan indeks world dan imbasnya bagi IHSG.
Adapun dari sebelas indeks sektoral S&P, sektor teknologi memimpin kenaikan dengan menguat 1.eight%. Pada penutupan Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.056,seventy seven dan terendah 5.862,ninety five. Ia memprediksi IHSG akan berpotensi menguat pada esok hari dengan support di degree 5.811 dan resistance di stage 6.123. Meski IHSG secara mayoritas melemah, namun saham-saham berbasiskan komoditas mampu bertahan dari pelemahan, seiring dengan kenaikan komoditas utama dunia, seperti emas, minyak, dan batubara.
Terlihat pola bullish homing pigeon candlestick sample yang mengindikasikan adanya penguatan pada IHSG. Dia menyebutkan, pada perdagangan di kahir pekan kemarin IHSG ditutup menguat 0,35 persen. Sementara itu, Samuel Sekuritas menyampaikan penguatan IHSG tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga ke stage stagnan di 6.000 - 6.100 selama sepekan ini sebelum diperkirakan menyentuh degree 6.200 yang terjadi pada bulan Agustus ini.
Ia katakan, penantian terhadap rilis knowledge perekonomian awal bulan juga dapat menajdi salah satu faktor yang diperhatikan investor saat ini, hari ini IHSG berpotensi menguat. Sama dengan William dan Reza, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji juga memprediksi IHSG berada di space resistance alias menguat. Rupiah menguat setelah sempat melemah hingga zero,18% ke stage Rp 14.944.
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sedangkan sektor aneka industri menguat (+1,58%) dan pertanian (+zero,seventy six%) yang memimpin penguatan tidak mampu menahan tekanan sehingga IHSG ditutup melemah di akhir sesi. Senada dengan Reza, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji‎ juga memprediksi IHSG bergerak positif alias menguat. Analis Senior Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada mengatakan IHSG terkerek dengan mulai adanya aksi beli dengan quantity besar.
Secara teknikal analis, IHSG ditutup dengan candle bullish dengan indikator Stochastic golden cross, MACD histogram bergerak positif dengan quantity meningkat tipis. Vice Presiden Research Department Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya memprediksi IHSG akan bergerak di level 5969-6098. Reza berujar, pergerakan sejumlah bursa saham Asia yang cenderung sideways membuat laju IHSG enggan menyentuh zona hijau sepanjang sesi perdagangan kemarin.
Dia memprediksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini dapat bertahan di atas support 5.705-5.717, dan diharapkan level resisten dapat menyentuh kisaran 5.748-5.762. Di sisi lain, lanjutnya, diharapkan sentimen positif dari dalam negeri masih dapat lebih positif untuk membuat Rupiah mampu berbalik menguat. PT Indosurya Bersinar Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal mengawali pekan dengan penguatan.
IHSG melemah di saat mayoritas indeks di kawasan Asia Tenggara juga terpantau melemah, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura yang turun 1,07%, indeks FTSE Malay KLCI yang melemah hanya 0,01%, dan indeks PSEi Filipina yang merosot 2,6%. Sejumlah peristiwa penting di minggu ini seperti FOMC meeting di AS, knowledge ekonomi Jepang, dan laporan keuangan 9M15 emiten berpotensi mempengaruhi pergerakan IHSG.
Kejatuhan Indeks Harga Saham GabunganIHSG) diprediksi masih akan berlanjut dan bisa meluncur lebih dalam lagi. Ia memprediksi pekan depan IHSG akan tertekan namun masih bisa diantisipasi, dengan rentang pergerakan 5.800-5.910. Menurut dia, emiten produsen obat memperpanjang penguatan IHSG dengan saham INAF (+23,63 persen), KLBF (+2,33 persen), dan KAEF (+6,56 persen).
Setelah pembukaan perdagangan, IHSG langsung bergerak turun ke teritori negatif. Binaartha Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi kembali lanjutkan penguatan dan bergerak menuju area resisten. Sementara, untuk target batas atas terdekat yang berpotensi diraih berada pada stage 5.352. Pada perdagangan Selasa 9 Oktober, IHSG ditutup menguat sebanyak zero,sixty two persen menuju level 5.796.