IHSG Berpotensi Menguat Tipis, Cermati 5 Saham Ini

Penguatan bursa saham selama beberapa hari terakhir didorong oleh penguatan nilai tukar rupiah. Optimisme pelaku pasar terhadap antisipasi laporan laba perusahaan kuartal I 2018 dan juga dividen tahun buku 2017 menjadi salah satu penopang bagi IHSG. Pasalnya, selain aksi revenue taking, pelaku pasar di bursa world juga melepas saham-sahamnya karena ada rumor Federal Reserve akan menghentikan stimulus pembelian obligasi di pasar tahun ini. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berbalik melemah 0,93% atau fifty eight,seventy six poin okay stage 6.254,07, setelah dibuka dengan penguatan zero,three% atau 19,15 poin ke stage 6.331,ninety eight.
Pergerakan IHSG hampir mendekati kisaran target area resisten 6184-6198. ASII 6700 rawan profit taking. Laju IHSG berada mampu melampaui space target resisten (5245-5253) namun, sempat masuk ke goal support (5215-5228). Padahal di awal perdagangan, IHSG sempat positif merespon menghijaunya laju bursa saham AS pasca-rilis penurunan klaim pengangguran mingguan. Laju IHSG di sepanjang pekan menjelang libur Tahun Baru Imlek telah rebound 1,32% ke posisi 6.591,58 poin dari 6.505,fifty two poin pada pekan sebelumnya.
Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan sebelumnya terlihat pola bullish hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Sementara itu, sentimen dalam negeri yang menggerakkan IHSG antaranya, upaya pemerintah yang akan segera melakukan perubahan asumsi makro anggaran penerimaan dan belanja negara (APBN) 2018.
IHSG akan menguji stage assist 6.500-6.588. Waspadai revenue taking di sektor mining, terutama kedua sektor tersebut, sementara harga emas kemungkinan akan melanjutkan kembali rally bullish awal tahun ini. Jofipay,Hari ini diramalkan Indeks Hrga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan akan kembali melanjutkan tren pelemahan. Reza menjelaskan, pergerakan IHSG pasca melemah, mampu bergerak positif di awal pekan sekaligus merupakan hari terakhir di bulan April.
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG menguat sebesar 9,77 poin atau 0,15 persen ke level 6.544,63 poin. Pergerakan IHSG yang hampir mendekati goal resistance dan mampu bertahan di zona positif memberikan kesempatan IHSG untuk dapat kembali menguat. Setelah sepekan melemah, USD berpotensi untuk menguat beberapa hari ke depan dengan vary 13250-13800.
Sebelumnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami teknikal rebound menutup hole turun yang terjadi hari sebelumnya. Namun, di tengah kekhawatiran itu, IHSG dimungkinkan masih bisa bergerak naik dengan batas di atas stage assist 5.064 - 5.026. Selama empat bulan pertama tahun ini, asing sudah mencetak net promote Rp 33,88 triliun di Bursa Efek Indonesia.
Assist yang terjaga kuat saat ini akan kembali membuka peluang kenaikan lanjutan yang masih terlihat cukup besar, hari ini IHSG terlihat masih berpotensi menguat,” kata dia. Kemarin, kenaikan IHSG sebesar 26,13 poin atau zero,forty two persen berada di atas pelemahan sebelumnya yang turun 71,ninety two poin atau 1,15 persen. Tim analis OSO mencatat, IHSG berhasil menguat sebesar 2,78 persen ke degree 5.540 sepanjang pekan lalu.
Namun, investor juga patut waspada karena harga komoditas melemah pada pekan lalu dan bisa saja berlanjut hari ini. Pergerakan IHSG gagal bertahan pada kisaran target area help 6.273-6.284. Dana yang berasal dari valuasi saham sebagai jaminan sementara yang dapat digunakan untuk pembelian dan penarikan dana pada hari yang sama (identical-day). Meski demikian, aksi ambil untung tetap harus diwaspadai menyusul relatif tingginya harga sejumlah saham sektoral.
PT RIFAN
Apalagi jika aksi jual semakin membesar dengan belum adanya sentimen yang signifikan membuat IHSG dapat berbalik menguat. Laju IHSG mencoba kembali untuk dapat bertahan di zona hijaunya meski bergerak cenderung variatif dan disertai dengan masih adanya aksi ambil untung. Akan tetapi, respon positif pelaku pasar telah membuat IHSG tembus new excessive report dan kembali meninggalkan utang hole 5.267-5.281.
Pada perdagangan kemarin, IHSG terlihat masih malu-malu untuk naik dan malah bergerak turun di mana di awal persagangan sempat menguat beberapa poin. Biasanya volume transaksi menurun ini menunjukkan minat investor yang berkurang dan cenderung rawan revenue taking. Waspadai jika IHSG sudah capai level 4500-4600 adalah area rawan profit taking untuk jangka pendek.