IHSG Naik, Investor Saham Tak Khawatir Bom Kampung Melayu

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11.305 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.295 per dolar AS. Akibat penurunan tajam pada akhir pekan, IHSG membukukan kinerja negatif sepanjang pekan kemaren dengan turun sebesar -2,44% dan diikuti oleh keluarnya dana asing sebesar Rp. 7,97 triliun dipasar reguler. Aksi jual semakin deras, sehingga IHSG masih akan melemah dengan pergerakan di kisaran pada support 4.162-4.190 dan resistance 4.236-4.270,” tambah Reza. IHSG kembali ditutup menguat pada perdagangan kemarin berada di level 5,832.
Selumlah indeks acuan Wall Street bergerak menghijau di kisaran 0,1% di tengah kekhawatiran investor akan kesepakatan mengenai kebijakan perpajakan AS setelah Partai Republik dalam Senat AS mengumumkan rancangan baru yang akan memangkas pajak perusahaan setahun lebih lama daripada yang diajukan oleh kabinet Trump. London FTSE ditutup turun 17,22 poin ke 5.697,72 Jumat, sementara indeks DAX turun 42,67 poin ke 7.121,38 dan Perancis CAC 40 turun 38,94 poin ke 3.784,80.
PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA - Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
Transaksi pemodal asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 230,237 miliar di seluruh pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi tajam dan terpaksa jatuh meninggalkan level psikologis 3.300. Indeks Hang Seng turun 52,17 poin (0,24%) ke level 21.861,81. Nilai transaksi jual asing (net foreign sell) mencapai sebesar Rp336 miliar.
PDUI Berikan Vaksin Difteri Pada Ratusan Anak — SERUJI
Belum adanya kepastian mengenai kenaikan BBM inilah yg menjadi alasan para pelaku pasar dan pelaku bisnis masih menghitung2 tentang tingkat inflasi maupun penyesuaian harga2 kedepan. Saham-saham yang melemah (top looser), antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp650 menjadi Rp46.000, PT Nipress Tbk (NIPS) turun Rp350 menjadi Rp3.500, serta PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp300 menjadi Rp22.200.
Apalagi kondisi fundamental domestik juga cukup kokoh, dengan BI rate dan kurs yang positif, Semuanya sudah mulai rasional, sehingga IHSG berhasil ditutup menguat hari iniBursa AS berhasil menguat sekitar 4% semalam, setelah rilis data initial jobless claims di pekan pertama Agustus turun menjadi 395k, lebih baik dari ekspektasi. Penjualan juga turun menjadi Rp588,94 miliar pada semester 1-2011 dari Rp692,82 miliar tahun lalu.
Aksi Blokir Akses Jalan Tol Batang
Menutup perdagangan awal pekan, Senin sore ini IHSG terkoreksi 19,728 poin (0,49%) ke level 4.087,094. Aset Bank Ekonomi juga tercatat turun dari Rp 22,1 triliun di semester I-2010 menjadi Rp 21,3 triliun di semester I-2011. Hari Senin kemarin tgl 25 Januari 2010 masih terasa asing berjualan sepanjang waktu, sehingga dow fut yang ijo tebal, sama sekali tidak berpengaruh terhadap market IHSG, bahkan market Regional sekalipun.
Perkembangan pasar saham global tadi malam masih melanjutkan tren penguatannya. Acara kumpul-kumpul para investor, Investor Summit and Capital Market Expo 2011, nampaknya memberikan sentimen positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 35 poin atas akumulasi saham-saham yang sudah murah oleh investor lokal.
Bursa saham Asia mixed seperti indeks Hang Seng naik 1,2% ke 18.309, indeks Nikkei naik 0,3% ke 8.772, indeks Kospi naik 0,9% ke 1.855, indeks KLSE naik 0,75 ke 1.450, indeks Shanghai turun 0,25 ke 2.377. Saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Cahaya Kalbar (CTBN) turun Rp 300 ke Rp 3.200, Lion Metal (LION) turun Rp 250 ke Rp 5.250, Indomobil (IMAS) turun Rp 250 ke Rp 10.700, dan Indofood CBP (ICBP) turun Rp 150 ke Rp 5.000.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nampaknya masih betah berada di jalur merah. Namun, masih adanya aksi beli di sejumlah saham-saham lapis dua membuat gerak IHSG semakin fluktuatif. Saham Johnson & Johnson dan Merck termasuk berkinerja terbaik dengan kenaikan masing-masing 1,2%. Sektor Bank memimpin kerugian karena beberapa peminjam pindah ke bagian bawah patokan karena mereka fokus pada hasil keuangan dari kelas berat AS. Saham Komercni Banka turun 2,44% setelah bank Republik mengumumkan akan melakukan ex-dividend.
Indeks JII turun 14,04 poin ke 538,54, indeks ISSI turun 3,03 poin ke 126,43 dan indeks LQ45 turun 21,52 poin ke 683,73. So Candle yang semula tidak keluar lower bolinger band, menjadi langsung keluar, dan saat itulah saat yang baik untuk masuk, karena penjualan di harga 12600-12650 tidak diikuti oleh asing. IHSG ditutup naik +0.1% ke 5,852 dengan sektor agrikultur (+1.04%) dan consumer goods (+0.80%) membukukan kenaikan terbesar.