Menteri Rini Rombak Direksi BUMN Karya April Mendatang

Diharapkan dengan adanya perombakan direksi ini bisa membuat efek jera bagi perusahaan kontraktor lainnya baik BUMN maupun swasta. Sebab, pemerintah tengah gencar-gencarnya membangun infrastruktur untuk mengejar ketertinggalannya dari negara-negara berkembang lainnya.
Pemerintah menilai dengan bertambahnya fasilitas infrastruktur di suatu negara bisa mendongkrak petumbuhan ekonomi negara tersebut. Namun, pengerjaan pembangunan proyek-proyek ini tidak boleh dilakukan secara terburu-buru karena bisa memengaruhi hasil dan proses pengerjaannya.
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Di lain pihak, Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah merevisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usana Milik Negara (BUMN). Hal ini sebagai upaya untuk memperbaiki jajaran direksi yang ada di BUMN Karya yang regulasinya dinilai kurang tepat. Apalagi kecelakaan infrastruktur marak terjadi sejak Agustus 2017 dinilai akibat banyaknya direksi BUMN Karya yang memegang lebih dari satu jabatan di perusahaan yang berbeda.
BSN Tetapkan Standar Pembangunan Proyek Konstruksi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno akan merombak direksi perusahaan BUMN Karya pada April mendatang. Sebab, maraknya kecelakaan yang terjadi belakangan dalam pengerjaan proyek infrastruktur dinilai akibat direksi yang menjabat tidak berkompeten. Untuk itu, ia akan mengevaluasi secara menyeluruh dan kemudian merombak direksi-direksi yang tidak sesuai. Hal ini sebagai bentuk dari hukuman untuk BUMN Karya karena telah lalai dalam mengerjakan proyek-proyek sehingga terjadi banyak kecelakaan dan kerugian.
Laba Bersih Waskita Melonjak 131,72 Persen Sepanjang 2017
“Tunggu saja tunggu sabar, kan sudah mau RUPS minggu pertama April. Banyak sekali yang mau dirombak,” kata Rini saat ditemui di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Kamis (1/3/2018). Ia melanjutkan, sebagai bentuk untuk meningkatkan keamanan pembangunan proyek, pihaknya akan membentuk direktur safety dalam jajaran direksi BUMN Karya. “Salah satunya yang pasti kita lakukan yaitu restrukturisasi struktur organisasi, kita akan menekankan harus ada direktur safety,” ucapnya.
Perombakan ini akan dilakukan pada seluruh BUMN Karya. Namun, yang paling diutamakan untuk direstrukturisasi adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Sebab, di antara BUMN Karya lainnya, kecelakaan proyek infrastruktur yang terjadi paling banyak dipegang oleh perusahaan berkode emiten WSKT tersebut. Setidaknya Waskita karya telah mengalami tujuh kecelakaan kerja sejak Agustus 2017.