Nilai Tukar Rupiah Melemah Ke 13,700, Bagaimana Pengaruhnya Terhadap IHSG? Rivan Kurniawan

Pasar berspekulasi pertemuan menteri keuangan zona euro di Luksemburg yang membahas masalah Spanyol, tidak akan membawa hasil. Pasar ekuitas melemah dipicu oleh kekhawatiran tentang dam­pak buruk perang dagang AS-Tiong­kok yang merugikan ekono­mi Negeri Tirai Bambu. Kendati menguat, pelaku pasar asing di pasar reguler masih terus melakukan aksi jual sebesar Rp394,seventy six miliar. Artinya rupee melemah lebih cepat dari rupiah, karena stabilitas sektor keuangan di Indonesia lebih baik ketimbang stabilitas ektor keuangan di India.
Harga komoditas yang didorong penguatan yang cukup tajam terhadap harga minyak dunia dalam sepekan terakhir diperkirakan dapat menjadi sentimen yang positif dalam mendorong penguatan rupiah dan menekan yield obligasi pemerintah. JAKARTA okezone- Pasar saham Indonesia pada jeda siang ini terus mengalami kejatuhan. Tren koreksi harga SUN seiring pelemahan rupiah membuat sebagian investor asing berpaling dari pasar obligasi Indonesia.
Meski begitu, Tiko mengakui jika dalam menurunkan particular price ini diperlukan pengaturan pasar dari regulator. Galeri itu berlokasi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana (FEB UNUD), Denpasar, Bali, Galeri Investasi BEI di FEB UNUD merupakan yang ke-10 yang diresmikan di tahun ini atau yang kelima yang diresmikan di Denpasar, serta yang ketujuh yang diresmikan di Bali.
RF-BERJANGKA
Dia meminta kepada seluruh pihak agar tidak terjebak pada isu rupiah yang dianggap sebagai mata uang sampah di dunia. Sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp 7.099,867 triliun. Terkoreksinya harga saham di negara berkembang, menurut dia, lebih disebabkan oleh lemahnya mata uang lokal dibandingkan terhadap dolar AS dan kinerja masing-masing perusahaan yang tercatat di pasar modal.
Hanya saja masih meninggalkan pekerjaan rumah yang berat, yaitu : seberapa sigap pemerintahan JOKOWI dalam mengimplemtasi rencana-rencana menghadapi situasi moneter 2015 dan seberapa kuat konsolidasi kabinet pemerintah ?, supaya tidak menjadi sentimen-sentimen negatif yang justru memperlemah Rupiah. Di bursa regional, indeks Nikkei 225 melemah fifty five,19 poin (0,66 persen) ke level eight.273,22, Hold Seng turun one hundred,09 (0,seventy seven persen) ke posisi 12.815,eighty, dan Straits Occasions terkoreksi 27,24 poin (1,sixty one persen) menjadi 1.665,31.
Rupiah telah menjadi salah satu korban terbesar di Asia akibat gejolak pasar negara berkembang (emerging market) yang telah mengguncang banyak negara mulai dari Turki hingga Argentina. Pasar juga sedang menanti rilis information ekonomi baru seperti inflasi. Hal itu karena pada 2010, penggelontoran stimulus yang dilakukan Amerika Serikat telah membuat dana melimpah di Pasar Uang Antar Financial institution (PUAB).
Itulah pembahasan mengenai melemahnya nilai tukar rupiah beserta ancaman dan peluang di baliknya. Defisit anggaran bengkak sampai sekitar $5.000.000.000 dan juga tentunya akan berdampak pada nilai tukar rupiah, yang akhirnya akan menyebabkan terjadi inflasi. Penulis melihat sebenarnya saat ini masih terlalu dini untuk menyebut Rupiah bergerak melemah. Financial institution Indonesia sebagai otoritas moneter yang bertugas menjaga kestabilan nilai rupiah telah melakukan berbagai intervensi untuk menjaga nilai tukar agar tidak terperosok.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah mengungkapkan saat ini terjadi ‘internet buy’ di pasar obligasi negara. Pasar modal Tanah Air juga masih tertopang oleh pergerakan investor domestik. Potensi pelemahan rupiah masih terbuka jika harga minyak terus bergolak. Mata uang rupiah masih rentan melemah pada penutupan perdagangan hari ini. Sedangkan di pasar spot, merujuk pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Charge (JISDOR), harga rupiah berada di angka Rp 14.711 per dolar Amerika Serikat.
Koreksi dan keluarnya dana asing di pasar keuangan juga terlihat dari imbal hasil SOLAR tenor 10 tahun yang naik sembilan foundation poin menjadi 8,10 persen. Selain itu, merosotnya pergerakan rupiah lebih didukung kecenderungan melambatnya ekonomi negara-negara berkembang, seperti China dan India. Dan di tahun 2015, Rupiah melemah dari Rp12.000-an ke Rp15.000-an.
Menurut Perry, kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan BI untuk secara preventif dalam rangka menjaga daya saing pasar keuangan domestik terhadap perubahan kebijakan moneter sejumlah negara dan ketidakpastian pasar kuangan global yang masih tinggi. Namun, ternyata kenaikan US Treasury sudah terjadi lebih awal dalam mendekati stage three%. “Tak heran bila pasar kini pasar berspekulasi jangan-jangan kenaikan The Fed tahun ini tidak hanya tinggal dua kali lagi, kalau mendapat tekanan kenaikan inflasi dari harga minyak tinggi seperti ini,” kata Made.