Penutupan Perdagangan, IHSG Masih Betah Di Zona Merah

Kontak Perkasa, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Senin pekan ini. IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan tren penguatannya bergerak di kisaran 4.680 hingga 4.750. Dari dalam negeri, investor asing terlihat mulai kembali masuk pasar bursa saham Indonesia. Adapun pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menguat topang IHSG.“IHSG tidak terlalu dalam turun kaarena nilai tukar rupiah juga menopang,” kata dia.
Salah satunya perdagangan ritel naik zero,6 persen pada Maret 2018. Rupiah langsung dibuka menguat pada sesi pagi di Rp15.218 per dolar AS dan bergerak dalam rentang Rp15.188-15.218 per dolar AS sepanjang sesi perdagangan hari ini. IHSG menguat didorong sektor saham infrastruktur. Analis PT Binaarta SEKURITAS, Nafan Aji menuturkan, secara eksternal, pengumuman tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap impor dari China senilai USD 200 miliar memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan bursa dalam skala international.
Koreksi IHSG dimotori saham-saham sektor fundamental-ind yang turun paling buruk -1,forty one%. Pada pembukaan perdagangan hari Senin ini, IMAS sempat menyentuh harga Rp 8.200 per saham. Bagaimana pergerakan indeks bursa saham sepanjang hari ini, Jumat 14 Juli 2017. Sejalan pergerakan IHSG yang terkoreksi kembali kelevel 3900, saham ELSA juga terkoreksi pada perdagangan hari tersebut.
Saham sektor konstruksi masih berada dalam posisi up trend dan diselimuti sentimen positif karena capaian kinerja awal tahun 2018. Indeks harga saham gabungan (IHSG) memang sudah diduga pasti melemah. Analis PT Binaarta Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, secara eksternal, pengumuman tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap impor dari China senilai USD 200 miliar memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan bursa dalam skala world.
Indeks mendapatkan sentimen positif dari menguatnya bursa international dan rebound-nya harga minyak dunia, namun diperkirakan masih rawan tekanan jual. Nah, kita jadi sadar bahwa ternyata analisa awal dalam berinvestasi di Bursa ini adalah Makro Ekonomi, jika ekonomi kuat maka Bursa akan bullish dan harga saham cenderung naik, begitu pula sebaliknya. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain PT Mahaka Media Tbk (ABBA) naik Rp25 atau 34,72% ke Rp97, saham PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) naik Rp58 atau 24,79% ke Rp292, dan saham PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) naik Rp18 atau 16,98% ke Rp124.IHSG Berpeluang Menguat, Cermati Enam Saham Pilihan
Tiga sektor yang masih melemah hingga siang ini adalah sektor konstruksi zero,24%, sektor perdagangan 0,17% dan sektor perkebunan 0,09%. Sejalan dengan IHSG , indeks Bisnis-27 berakhir melorot 1,37% atau 7,74 poin di stage 559,11, setelah berhasil berakhir menguat tiga hari berturut-turut sebelumnya. Sementara itu, sektor-sektor yang menguat meliputi konsumer (0,02 persen), keuangan (0,6 persen), perdagangan (zero,eight persen), aneka industri (zero,84 persen) dan properti (0,fifty nine persen).IHSG Berpeluang Menguat, Cermati Enam Saham Pilihan
PT. RIFAN FINANCINDO
Pergerakan IHSG terlihat akan moderat dengan potensi menguat yang masih cukup besar pada awal pekan kedua kuartal IV-2018 ini. Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor pertanian turun zero,79 persen, sektor saham konstruksi tergelincir zero,34 persen, dan sektor saham keuangan turun zero,24 persen. Di pasar spot, posisi rupiah tergerus 0,forty% ke level Rp 13.210 per dollar AS dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Dow Jones Industrial Common terperosok 1,fifty four% (- 279,47 poin) ke level 17.826,30, turun 1,three% dalam sepekan. Selain itu, orang asing masih mencatat penjualan bersih di tengah kenaikan IHSG. Menurutnya, saham - saham telkomunikasi bergerak menguat dengan saham EXCL, TLKM dan ISAT naik diatas three%. Investor asing pun tercatat internet purchase 89.12 Miliar rupiah dengan saham TLKM, INKP dan PTBA menjadi prime web value investor asing.
Dirinya mengharapkan bahwa sentimen dari dalam negeri yang cukup positif menyusul pandangan lembaga keuangan internasional terhadap ekonomi Indonesia, Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,1% pada tahun ini dan 5,three% pada tahun 2018 dapat mengimbangi sentimen eksternal sehingga kinerja IHSG tetap terjaga ke depannya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot pada jeda siang ini, semakin menguat. Dalam rencana kerja anggaran perseroan (RKAP) 2010, BEI menargetkan 25 emiten yang akan mencatatkan saham di bursa tahun ini. Meski turun hari ini, selama sepekan terakhir, IHSG naik 1,54% atau bertambah 95,27 poin. Kami prediksikan indeks masih bergerak terbatas dan berpotensi membentuk space konsolidasi baru didalam space konsolidasi yang saat ini ada yaitu di range 5100 - 5200.