Rupiah Terus Menguat, Ini Penyokongnya

JAKARTA, (PR).- Information kurs tengah Financial institution Indonesia mencatat posisi rupiah masih berada di level Rp 13.770 per Dolar Amerika Serikat meskipun peringkat utang Indonesia naik berdasarkan Moody’s Investor Service. Ekonom PT Financial institution Negara Indonesia Tbk (BNI), Ryan Kiryanto mengatakan, penguatan rupiah kali ini merupakan dampak dari pelaksanaan pemilihan presiden yang berjalan lancar dan tanpa gangguan yang berarti. Sedangkan mengutip Jakarta Interbank Spot Dollar Price (JISDOR), rupiah berada di degree 14.764. Nilai tukar rupiah kembali menembus level Rp14.100 per dollar Amerika Serikat dan diproyeksi akan terus tertekan hingga akhir tahun 2018.
Akan tetapi, nilai tukar rupiah bukan satu-satunya mata uang yang mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Complete utang luar negeri kita masih di bawah 35 persen. Kemarin, Direktur Departemen Komunikasi Financial institution Indonesia, Peter Jacob mengungkapkan BI dalam hal ini siap melakukan intervensi jika pelemahan terus berlanjut. Selain itu dolar AS juga melemah setelah adanya sinyal positif dari meredanya tensi perang dagang.rupiah akan terus menguat
Dolar yang keluar lebih banyak dari yang masuk, itu yang harus kita benahi. Ruly memperkirakan, hingga akhir tahun ini likuiditas pasar uang akan tinggi. Tahun lalu, rupiah meningkat 2,28% setelah ditutup di stage Rp13.473 pada 30 Desember 2016. Strategi investasi yang dilakukan oleh masyarakat juga akan terpengaruh dengan melemahnya rupiah ini karena beberapa instrumen investasi sangat ditentukan oleh nilai mata uang rupiah.rupiah akan terus menguat
WWW RF RIFAN BERJANGKA COM
Yahoo Finance mencatat mata uang rupiah menguat 20 poin dengan berada pada Rp14.905 per USD. Berikut pendapat mereka yang ternyata relatif masih santai, optimis, tapi tentu terbersit kekhawatiran di sana-sini soal melemahnya mata uang negara kita. Analis Asia Commerce Level Futures (ATPF) Deddy Yusuf Siregar mengatakan bahwa selain pelemahan dolar AS, sentimen yang mendorong penguatan rupiah kali ini datang dari penguatan mata uang Asia lainnya seperti India dan China.
Menurut dia, salah satu yang menjadi perhatian pelaku pasar yakni cadangan devisa periode Oktober yang meningkat serta pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga di atas level 5 persen. Menurut dia, perkiraan bahwa Bank Sentral AS (The Fed) bakal menaikkan suku bunga dua kali lagi sampai akhir 2018 menjadi kekhawatiran tersendiri bagi nilai tukar mata uang rising market termasuk Indonesia.